Paramount+ Gunakan AI untuk Bikin Thumbnail Star Trek Paling Aneh: Kapten Kirk Berjas, Rambut Palsu, Tubuh Tak Proporsional

Penulis: Ahmad Syukri  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 00:02:31 WIB
Paramount+ gunakan AI untuk membuat thumbnail Star Trek II: The Wrath of Khan dengan hasil yang tidak proporsional.

JAMBI — Paramount+ kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan karena konten, melainkan thumbnail film lawas yang dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan. Laporan dari Kotaku mengungkap bahwa platform streaming milik Paramount Global tersebut menggunakan generative AI untuk membuat gambar sampul Star Trek II: The Wrath of Khan. Hasilnya? Kapten James T. Kirk, yang diperankan William Shatner, muncul mengenakan jas dan dasi — kostum yang tidak pernah ia kenakan sepanjang sejarah serial Star Trek.

Awal Mula: Dari Adegan Retina Scan ke Jas Bisnis

Thumbnail kontroversial itu berasal dari foto asli Kirk saat menjalani pemindaian retina untuk mengakses file komputer di film tahun 1982. Dalam adegan tersebut, ia masih mengenakan seragam Starfleet, bukan jas. Namun, karena gambar aslinya hanya berupa close-up wajah, Paramount+ diduga menggunakan AI untuk menempelkan kepala Kirk ke tubuh palsu dan menambahkan jas bisnis.

Seniman Ryan Estrada, yang pertama kali menyoroti keanehan ini, berspekulasi bahwa tim marketing Paramount+ menyukai ekspresi wajah Kirk dari adegan tersebut. Alih-alih menggunakan gambar lain dari film, mereka memilih jalan pintas dengan AI. "Mereka menempelkan kepala Kirk ke tubuh palsu dan memakaikannya jas bisnis. Rambutnya juga terlihat sangat palsu dan aneh karena bingkai asli terpotong di dahinya," ujar Estrada.

Proses: Bagaimana Thumbnail Itu Terbentuk?

Menurut rekonstruksi yang dibuat oleh Estrada, proses pembuatan thumbnail ini relatif sederhana namun ceroboh. Tim konten Paramount+ mengambil satu frame dari film yang menampilkan wajah Kirk. Karena frame tersebut tidak mencakup tubuh bagian bawah, generative AI diprogram untuk "mengisi" bagian yang hilang. Hasilnya, AI menciptakan tubuh dengan jas formal yang tidak sesuai dengan latar fiksi ilmiah Star Trek.

Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah tidak ada uang atau tenaga untuk mendesain thumbnail secara manual? Atau apakah ini bagian dari efisiensi biaya yang diinstruksikan manajemen? David Ellison, pemilik Paramount, baru-baru ini menyatakan kepada CNBC bahwa perusahaannya "menggunakan teknologi untuk mengubah setiap aspek bisnis ini." Thumbnail ini bisa jadi adalah bukti nyata dari pernyataan tersebut.

Apa yang Terjadi Selanjutnya? Kritik dan Masa Depan Trek

Hingga berita ini diturunkan, thumbnail tersebut masih tertayang di Paramount+. Para penggemar Star Trek di berbagai forum menyuarakan kekecewaan mereka. Banyak yang menganggap langkah ini sebagai simbol kemunduran pengelolaan waralaba ikonik tersebut di bawah kepemimpinan Paramount saat ini.

Bagi penggemar setia, ini bukan hanya soal thumbnail jelek. Ini adalah simbol dari pendekatan yang dianggap tidak menghormati materi asli. Paramount+ baru saja membatalkan Star Trek: Starfleet Academy yang mendapat sambutan positif dan menghentikan produksi Strange New Worlds. "Sebagai penggemar seumur hidup, rasanya sakit melihat waralaba ini dikelola oleh Paramount modern," tulis seorang penggemar. Jika thumbnail AI ini menjadi pertanda, para penggemar mungkin harus mulai menimbun Blu-Ray sebagai antisipasi.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top