Rupiah Terus Merosot ke Rp 17.864, Simak Kurs Jual-Beli di BCA, Mandiri, dan BNI Hari Ini

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 10:57:02 WIB
Rupiah melemah ke Rp 17.864 per dolar AS pada pagi hari ini.

JAMBI — Berdasarkan data pasar hingga pukul 09.38 WIB, rupiah melanjutkan tren depresiasi di hadapan greenback. Tekanan terhadap mata uang Garuda masih berlanjut meski indeks saham domestik menunjukkan performa positif pada sesi perdagangan hari ini. Kondisi ini menjadi sinyal bagi importir dan perusahaan yang memiliki kewajiban dalam dolar untuk mencermati pergerakan kurs secara real-time.

Perbandingan Kurs di Tiga Bank Nasional

Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) telah merilis kurs jual-beli dolar AS yang berlaku pagi ini. Setiap bank menawarkan dua kategori kurs utama, yakni untuk transaksi elektronik (e-Rate) dan transaksi teller (TT Counter), dengan selisih yang bervariasi.

Berikut rincian kurs yang dapat dijadikan patokan transaksi valas hari ini:

  • BCA (e-Rate): Beli Rp 17.878, Jual Rp 17.898 per dolar AS. Untuk transaksi melalui e-Banking, kurs ini berlaku dengan catatan dapat berubah selama proses transaksi.
  • BCA (TT Counter): Beli Rp 17.690, Jual Rp 17.940 per dolar AS. Khusus untuk transaksi tunai di cabang atau setoran dengan nilai di atas ambang tertentu.
  • Mandiri (Special Rate): Beli Rp 17.865, Jual Rp 17.895 per dolar AS. Tarif ini berlaku untuk transaksi nominal di atas 25.000 dolar AS (ekivalen) dan bersifat indikatif.
  • Mandiri (TT Counter): Beli Rp 17.640, Jual Rp 17.940 per dolar AS.
  • BNI (TT Counter): Beli Rp 17.640, Jual Rp 17.940 per dolar AS.
  • BNI (Bank Notes): Beli Rp 17.625, Jual Rp 17.925 per dolar AS, khusus untuk penukaran uang kertas asing.

Fakta Singkat Pergerakan Rupiah dan Kurs Bank Hari Ini

  • Rupiah melemah 0,33% ke Rp 17.864 per dolar AS pada pukul 09.38 WIB.
  • IHSG justru menguat ke level 6.217 pada saat yang sama, menunjukkan divergensi antara pasar saham dan valas.
  • Spread antara kurs beli dan jual di BCA untuk TT Counter mencapai Rp 250 per dolar AS, menjadi yang terlebar dibandingkan e-Rate.
  • Mandiri menawarkan special rate dengan spread lebih ketat, hanya Rp 30 per dolar AS, untuk transaksi besar di atas 25.000 dolar AS.

Kapan Kurs Khusus Berlaku?

BCA menegaskan bahwa kurs e-Rate hanya digunakan untuk transaksi melalui layanan elektronik. Untuk transaksi dengan nilai nominal tertentu, nasabah diwajibkan menghubungi cabang terdekat guna mendapatkan informasi kurs khusus. Selain itu, seluruh transaksi pembelian dan penjualan valuta asing wajib mematuhi ketentuan threshold dokumen underlying sesuai aturan Bank Indonesia (BI).

Sementara itu, Mandiri menyediakan special rate bagi nasabah yang bertransaksi di atas 25.000 dolar AS. Kurs ini bersifat indikasi, dan nasabah disarankan segera menghubungi cabang untuk mengunci kurs yang berlaku sebelum eksekusi transaksi.

Imbas bagi Investor dan Pelaku Usaha

Pelemahan rupiah yang berlanjut menjadi perhatian utama bagi korporasi yang memiliki pinjaman dalam dolar atau eksportir yang menerima pembayaran dalam valas. Selisih kurs antar bank juga perlu diperhitungkan untuk meminimalkan biaya transaksi, terutama bagi perusahaan yang melakukan transfer dalam jumlah besar secara reguler. Investor individu yang hendak menukarkan dolar untuk kebutuhan perjalanan atau investasi disarankan membandingkan kurs jual terendah di masing-masing bank guna mendapatkan nilai tukar yang lebih menguntungkan.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top