JAMBI — Berdasarkan data pasar hingga pukul 09.38 WIB, rupiah melanjutkan tren depresiasi di hadapan greenback. Tekanan terhadap mata uang Garuda masih berlanjut meski indeks saham domestik menunjukkan performa positif pada sesi perdagangan hari ini. Kondisi ini menjadi sinyal bagi importir dan perusahaan yang memiliki kewajiban dalam dolar untuk mencermati pergerakan kurs secara real-time.
Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) telah merilis kurs jual-beli dolar AS yang berlaku pagi ini. Setiap bank menawarkan dua kategori kurs utama, yakni untuk transaksi elektronik (e-Rate) dan transaksi teller (TT Counter), dengan selisih yang bervariasi.
Berikut rincian kurs yang dapat dijadikan patokan transaksi valas hari ini:
BCA menegaskan bahwa kurs e-Rate hanya digunakan untuk transaksi melalui layanan elektronik. Untuk transaksi dengan nilai nominal tertentu, nasabah diwajibkan menghubungi cabang terdekat guna mendapatkan informasi kurs khusus. Selain itu, seluruh transaksi pembelian dan penjualan valuta asing wajib mematuhi ketentuan threshold dokumen underlying sesuai aturan Bank Indonesia (BI).
Sementara itu, Mandiri menyediakan special rate bagi nasabah yang bertransaksi di atas 25.000 dolar AS. Kurs ini bersifat indikasi, dan nasabah disarankan segera menghubungi cabang untuk mengunci kurs yang berlaku sebelum eksekusi transaksi.
Pelemahan rupiah yang berlanjut menjadi perhatian utama bagi korporasi yang memiliki pinjaman dalam dolar atau eksportir yang menerima pembayaran dalam valas. Selisih kurs antar bank juga perlu diperhitungkan untuk meminimalkan biaya transaksi, terutama bagi perusahaan yang melakukan transfer dalam jumlah besar secara reguler. Investor individu yang hendak menukarkan dolar untuk kebutuhan perjalanan atau investasi disarankan membandingkan kurs jual terendah di masing-masing bank guna mendapatkan nilai tukar yang lebih menguntungkan.