MERANGIN — Harga TBS kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Merangin, Jambi, kembali mengalami penurunan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga terbaru berada di kisaran Rp2.420 per kilogram.
Sebelum turun ke level saat ini, harga TBS di beberapa kecamatan di Merangin sempat bertahan di angka Rp2.600 hingga Rp2.700 per kilogram. Penurunan sekitar Rp200 hingga Rp300 ini terjadi dalam sepekan terakhir.
Penurunan harga jual ini langsung terasa di kantong petani sawit di Merangin. Dengan rata-rata produksi per hektare, selisih harga tersebut bisa mengurangi pendapatan hingga puluhan ribu rupiah per panen.
Para petani mulai mengeluhkan biaya operasional yang tetap tinggi. Ongkos panen dan angkut dari kebun ke pabrik tak mengalami penurunan, sehingga margin keuntungan mereka semakin tipis.
Fluktuasi harga TBS di tingkat petani biasanya mengikuti pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global. Penurunan harga CPO di pasar internasional dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu pemicu utama.
Selain itu, meningkatnya pasokan TBS dari sejumlah daerah juga turut menekan harga di pabrik. Kondisi ini membuat pabrik cenderung menurunkan harga beli di tingkat petani.
Hingga saat ini, belum ada kebijakan khusus dari pemerintah daerah untuk menyikapi penurunan harga TBS tersebut. Petani berharap ada intervensi harga atau setidaknya subsidi ongkos angkut dari Pemkab Merangin.
Mereka juga berharap harga TBS bisa kembali naik dalam waktu dekat seiring dengan perbaikan harga CPO global. Jika penurunan berlanjut, dikhawatirkan akan ada petani yang menunda panen karena tidak menutup biaya produksi.