JAMBI — Daftar harga yang dihimpun dari situs resmi dan marketplace ketiga vendor menunjukkan persaingan ketat di kelas menengah. Transsion Holdings selaku induk perusahaan jelas memetakan segmen berbeda untuk tiap merek: Itel untuk entry-level, Tecno untuk gaya hidup, dan Infinix untuk performa gaming.
Namun, konsumen perlu jeli. Beberapa harga terlihat tidak masuk akal dibandingkan kompetitor sekelas, terutama di lini atas.
Itel masih jadi juara harga termurah. A100C dengan RAM 3 GB dan penyimpanan 64 GB dibanderol mulai Rp 1,2 juta. Namun, daftar harga menunjukkan A100C muncul dua kali dengan spesifikasi identik tapi harga berbeda—Rp 1,2 juta dan Rp 1,3 juta—yang bisa membingungkan pembeli.
Seri S26 Ultra dengan RAM 8 GB menjadi pilihan menarik di kisaran Rp 2,5 juta. Untuk harga segini, kamu sudah dapat layar AMOLED dan desain tipis yang jarang ada di kelasnya.
Tecno menempatkan Camon 50 Pro di posisi premium dengan harga Rp 5,5 juta untuk varian 8/256 GB. Ini langkah berani mengingat seri Phantom V Flip 5G—smartphone lipat—hanya selisih Rp 200 ribuan.
Pertanyaannya: apakah kamera 50 MP dan desain melengkung di Camon 50 Pro cukup untuk membenarkan harga tersebut? Untuk selisih tipis, kebanyakan orang akan pilih Phantom V Flip yang punya faktor bentuk lipat lebih futuristik.
Di sisi lain, Spark 30C dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB di harga Rp 1,4 juta terlihat masuk akal untuk kebutuhan harian. Ini opsi solid kalau prioritasmu baterai awet dan layar lega, bukan performa gaming.
Infinix mencoba mendobrak pasar premium lewat Note 60 Ultra dengan harga Rp 11,9 juta. Ini angka yang sulit diterima ketika GT 50 Pro—seri yang memang didesain untuk gaming—hanya Rp 6,8 juta.
Untuk budget Rp 12 juta, konsumen Indonesia sudah bisa mempertimbangkan flagship bekas dari Samsung atau Xiaomi dengan ekosistem yang lebih matang. Posisi Note 60 Ultra ini aneh: bukan yang tercepat, bukan yang paling premium di mata konsumen.
Pilihan paling rasional di lineup Infinix justru ada di Hot 70 (Rp 2,1 juta) dan Note 50X 5G (Rp 2,8 juta). Keduanya menawarkan keseimbangan antara harga, performa, dan fitur konektivitas.
Ada beberapa catatan penting sebelum kamu mengeluarkan uang:
Kesimpulan sederhananya: kalau budget di bawah Rp 2 juta, Itel dan Tecno Spark masih layak. Untuk Rp 2–4 juta, Infinix Hot 70 dan Tecno Pova 7 adalah pilihan paling masuk akal. Lewat dari Rp 5 juta, kamu mulai masuk zona persaingan yang lebih ketat dengan merek lain—dan nilai jual Transsion mulai sulit dipertahankan.