JAMBI — Stadion My Dinh menjadi saksi frustrasi Vietnam yang gagal memanfaatkan dukungan publik sendiri. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan pasukan Kim Sang-sik sepanjang laga, tetapi penyelesaian akhir yang buruk dan disiplin tinggi lini belakang Singapura membuat skor kacamata bertahan hingga peluit panjang.
Vietnam tampil agresif sejak menit awal. Tien Anh Truong menguji refleks kiper Mohamed Izwan lewat tembakan jarak jauh, sementara Nguyen Dinh Bac nyaris mencetak gol dengan sepakan akrobatik yang masih melambung di atas mistar.
Peluang terbaik tuan rumah hadir pada menit ke-26. Sundulan Nguyen Thanh Chung hanya meleset beberapa sentimeter dari tiang gawang. Bek tengah itu kembali mengancam lewat tandukan menyambut sepak pojok, tetapi bola kembali melebar dari tiang jauh.
Menjelang jeda, terjadi kejutan taktis. Kim Sang-sik menarik keluar Nguyen Dinh Bac pada menit ke-41 dan memasukkan Geovane. Perubahan itu tak mengubah peta permainan, interval pertama tetap berakhir tanpa gol.
Setelah jeda, Singapura mulai berani keluar. Gavin Lee memasukkan supersub Ilhan Fandi menggantikan Song Ui-Young pada babak kedua. Keputusan itu hampir berbuah gol saat Shawal Anuar memanfaatkan kesalahan Doan van Hau pada menit ke-61, namun bola membentur pemain Vietnam lainnya.
Peluang emas kedua datang pada menit ke-76. Shawal Anwar kembali membuang kesempatan telak di depan gawang setelah menerima umpan matang dari skema serangan balik cepat.
Hasil ini membuat Singapura mengoleksi tujuh poin dari tiga laga dan memimpin klasemen sementara. Vietnam tertahan di posisi kedua dengan empat poin, hanya unggul selisih gol atas pesaing terdekatnya.
Dengan dua laga tersisa, posisi Singapura semakin kokoh untuk melaju ke babak semifinal. Vietnam wajib meraih kemenangan di pertandingan berikutnya jika ingin mengamankan tiket lolos tanpa bergantung pada hasil tim lain.