Penerbangan Perdana Batik Air Jakarta-Muara Bungo Resmi Beroperasi, 1,5 Jam Tempuh ke Ibu Kota

Penulis: Faisal Zuber  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:59:01 WIB
Pesawat Batik Air nomor penerbangan ID 6800 mendarat perdana di Bandara Muara Bungo, Senin (15/6/2026).

MUARA BUNGO — Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6800 mendarat perdana di Bandara Muara Bungo pada Senin (15/6/2026), membuka akses udara langsung antara Jakarta dan wilayah barat Jambi. Gubernur Jambi Al Haris turun langsung menyaksikan momen bersejarah ini, menegaskan bahwa jalur udara menjadi kunci percepatan pembangunan di daerah yang belum tersentuh akses jalan tol tersebut.

Rute baru ini menjawab keluhan warga Bungo dan sekitarnya yang selama ini harus menempuh perjalanan darat berjam-jam menuju Bandara Sultan Thaha di Kota Jambi atau Bandara Internasional Minangkabau di Padang untuk bisa terbang ke Jakarta. Kini, perjalanan dinas, bisnis, hingga rujukan kesehatan ke ibu kota bisa ditempuh hanya dalam waktu singkat.

Jadwal Penerbangan dan Harga Tiket ke Jakarta

Batik Air mengoperasikan rute ini setiap hari dengan dua kali keberangkatan. Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Muara Bungo berangkat pukul 12.00 WIB dan tiba pukul 13.25 WIB. Sementara itu, penerbangan balik dari Muara Bungo ke Jakarta lepas landas pukul 14.05 WIB dan mendarat di ibu kota pukul 15.35 WIB.

Harga tiket untuk rute ini dibanderol mulai dari Rp 1,3 juta hingga Rp 1,9 juta. Tarif tersebut terbilang kompetitif jika dibandingkan biaya logistik dan waktu yang harus dikorbankan jika menggunakan transportasi darat maupun laut.

Sinergi Lima Daerah di Balik Hadirnya Rute Udara Baru

Kehadiran Batik Air di Muara Bungo bukan tanpa perjuangan. Bupati Bungo Dedi Putra disebut menjadi motor penggerak utama yang mendorong maskapai membuka rute ini. Dukungan juga datang dari pemerintah daerah tetangga seperti Kerinci, Sungai Penuh, Merangin, dan Tebo yang ikut diuntungkan dengan adanya akses penerbangan ini.

Kolaborasi antardaerah ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Provinsi Jambi yang selama ini tertinggal dibandingkan wilayah timur yang sudah dilintasi jalan tol Trans Sumatera.

Harapan Gubernur untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata

Gubernur Al Haris menegaskan bahwa penerbangan langsung ini bukan sekadar layanan transportasi, melainkan instrumen strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan. Ia berharap mobilitas masyarakat, sektor pariwisata, dan investasi di wilayah barat Jambi semakin bergairah dengan adanya akses udara yang cepat dan efisien.

“Jalur udara menjadi kunci utama dalam mempercepat konektivitas dan pembangunan di daerah,” ujar Al Haris dalam sambutannya. Menurutnya, kemudahan akses ini akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Bungo dan kabupaten/kota di sekitarnya.

Alternatif Transportasi bagi Pasien Rujukan dan Pelaku Usaha

Selain untuk perjalanan dinas dan bisnis, rute ini dinilai krusial bagi warga yang membutuhkan rujukan medis ke rumah sakit besar di Jakarta. Sebelumnya, pasien harus menempuh perjalanan darat yang melelahkan sebelum bisa melanjutkan perjalanan udara. Kini, akses langsung ini memangkas waktu tempuh secara signifikan dan memberikan harapan baru bagi penanganan kesehatan darurat.

Bagi pelaku UMKM dan pengusaha lokal, penerbangan ini juga menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar ke ibu kota. Produk-produk unggulan seperti kopi Kerinci dan hasil pertanian Bungo kini memiliki jalur distribusi yang lebih cepat untuk menjangkau konsumen di Jakarta.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: man3bungo.mdrsh.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top