Pencarian

IHSG Menguat ke 6.219 di Tengah Meredanya Inflasi AS, Analis Buka Peluang Tembus 6.244

Jumat, 31 Juli 2026 • 12:28:01 WIB
IHSG Menguat ke 6.219 di Tengah Meredanya Inflasi AS, Analis Buka Peluang Tembus 6.244
IHSG dibuka menguat ke level 6.219,62 pada Jumat pagi, seiring meredanya inflasi AS dan tren positif bursa regional.
6.219,62 pada Jumat pagi. Penguatan ini sejalan dengan tren positif bursa Asia dan global, ditopang meredanya tekanan inflasi AS. Namun, ketegangan geopolitik Timur Tengah dan perlambatan ekonomi Negeri Paman Sam masih membayangi pasar. ISI:

JAKARTA — Pergerakan indeks saham domestik menunjukkan momentum positif di tengah beragam sentimen global. Berdasarkan data perdagangan, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut naik 2,54 poin atau 0,41 persen ke posisi 621,40.

Katalis Penguatan dari Luar Negeri

Meredanya tekanan inflasi menjadi pendorong utama. Inflasi inti PCE AS pada Juni 2026 hanya naik 0,1 persen secara bulanan, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang sebesar 0,2 persen. Data ini memperkuat harapan bahwa bank sentral AS akan melonggarkan sikap moneternya.

Kendati demikian, pasar tetap waspada. Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II-2026 melambat ke 1,5 persen, di bawah estimasi 2,1 persen. Selain itu, konflik AS-Iran yang masih berlanjut meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global.

Proyeksi Teknikal dan Level Kunci IHSG

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menjelaskan, selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.160, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.244. Jika berhasil menembus level tersebut, potensi kenaikan selanjutnya terbuka menuju 6.268 hingga 6.315.

"Sebaliknya, jika kembali turun di bawah 6.160, IHSG berisiko menguji kembali 6.130 hingga 6.080-6.030 sebagai support berikutnya," ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Respons The Fed dan Pergerakan Komoditas

Bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50-3,75 persen untuk kelima kalinya berturut-turut. Namun, tiga anggota FOMC memberikan dissenting vote dengan mengusulkan kenaikan suku bunga 25 bps. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan kebijakan selanjutnya akan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi dan inflasi.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah Brent turun 1,43 persen ke sekitar 89 dolar AS per barel, sementara WTI melemah 0,87 persen ke sekitar 84 dolar AS per barel. Meski turun, harga minyak masih berada di jalur kenaikan bulanan lebih dari 20 persen akibat konflik AS-Iran. Sebaliknya, harga emas naik 0,97 persen ke sekitar 4.105 dolar AS per ons karena pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven.

Sentimen Domestik: Investasi Hijau dan Putusan MK

Dari dalam negeri, Uni Eropa menegaskan komitmennya mendukung pengembangan transportasi berkelanjutan di Indonesia melalui inisiatif Global Gateway. Salah satu proyek utamanya adalah Surabaya Regional Railway Line (SRRL) dengan pendanaan 236 juta Euro dari KfW Development Bank untuk modernisasi jalur komuter Surabaya–Sidoarjo.

"Langkah ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas, mempercepat transisi menuju transportasi rendah karbon, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional," kata Liza.

Sementara itu, Mahkamah Konstitusi memutuskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi boleh menggunakan anggaran pendidikan paling lambat pada APBN 2028. Pemerintah tetap dapat membiayai program tersebut melalui pos APBN lainnya, meski keputusan ini dinilai masih menyisakan tantangan terhadap keberlanjutan pembiayaan program.

Bursa Regional dan Global Kompak Menguat

Pada perdagangan Kamis (30/07), bursa Eropa mayoritas menguat. Indeks Euro Stoxx 50 naik 1,48 persen, DAX Jerman menguat 0,60 persen, dan CAC 40 Prancis naik 0,92 persen. Bursa Wall Street juga kompak menghijau, dengan Nasdaq Composite melonjak 3,36 persen ke 28.106,35 dan S&P 500 menguat 1,66 persen ke 7.437,63.

Pagi ini, mayoritas bursa Asia bergerak positif. Indeks Nikkei melesat 4,51 persen ke 64.660,00, Kospi melonjak 12,45 persen ke 6.290,54, dan Shanghai menguat 0,83 persen ke 3.836,14. Adapun Hang Seng melemah tipis 0,50 persen ke 25.730,72.

Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks