JAMBI — Komunitas Sinema Kajang Lako kembali membuka ruang belajar bagi sineas daerah lewat program Cine Vidya. Kegiatan yang berlangsung 28 Juli hingga 16 Agustus 2026 ini didukung Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jambi melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026.
Berbeda dari workshop pada umumnya, Cine Vidya dirancang sebagai proses panjang. Peserta tidak hanya duduk di kelas mempelajari teori perfilman, tetapi menjalani alur kerja nyata: dari penulisan cerita, pra-produksi, produksi, pascaproduksi, hingga penayangan karya di hadapan penonton.
Objek Cagar Budaya Bukan Sekadar Latar Gambar
Salah satu materi yang menjadi sorotan adalah sesi bertajuk "Objek Cagar Budaya sebagai Inspirasi Cerita Film" yang dibawakan Abdul Haviz, budayawan dan pemandu wisata senior di KCBN Muaro Jambi. Pria yang akrab disapa Ahok ini dikenal luas karena aktif mengedukasi masyarakat tentang sejarah dan nilai budaya di kompleks percandian tersebut.
Kehadiran Ahok diharapkan mengubah cara pandang peserta terhadap situs budaya. Kawasan cagar budaya, artefak, lanskap, hingga tradisi masyarakat sekitar tidak lagi diposisikan sekadar latar belakang gambar, melainkan titik awal untuk menemukan karakter, konflik, dan gagasan visual.
Belajar dari Sutradara Film Tilik
Cine Vidya juga menghadirkan Wahyu Agung Prasetyo, sutradara film pendek Tilik (2018). Film produksi Ravacana Films itu menjadi contoh bagaimana realitas sosial dan budaya masyarakat sehari-hari diterjemahkan menjadi narasi sinematik yang dekat dengan penonton.
Pengalaman Wahyu dinilai relevan karena menunjukkan bahwa cerita kuat tidak selalu datang dari peristiwa besar. Fenomena sosial yang dekat dengan kehidupan warga, seperti perjalanan menjenguk kepala desa di rumah sakit, bisa berkembang menjadi karya yang berbicara banyak.
Dari Lokakarya ke Layar: Karya Diputar 15–16 Agustus
Setelah rangkaian lokakarya, para peserta memasuki tahap produksi. Proses ini menjadi ruang praktik untuk menerapkan materi yang sudah dipelajari, termasuk riset budaya yang dilakukan di lapangan.
Seluruh karya akan ditayangkan pada 15–16 Agustus 2026. Penayangan ini menjadi penutup rangkaian Cine Vidya sekaligus momentum bagi sineas muda Jambi untuk mempertemukan karyanya dengan publik.