Pencarian

PETI Kembali Beroperasi di Tepi Batanghari Tebo, Warga Curiga Informasi Razia Selalu Bocor

Senin, 03 Agustus 2026 • 13:46:31 WIB
PETI Kembali Beroperasi di Tepi Batanghari Tebo, Warga Curiga Informasi Razia Selalu Bocor
Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) kembali terlihat di aliran Sungai Batanghari, Desa Teluk Langkap, Kabupaten Tebo.

TEBO — Keresahan warga Desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, kembali memuncak menyusul maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Batanghari. Operasi mesin dompeng rakitan itu disebut berlangsung terang-terangan dan menimbulkan kebisingan, merusak ekosistem, serta mencemari kualitas air sungai.

Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan keheranannya terhadap pola operasi para penambang. Ia menuturkan, informasi mengenai jadwal razia seolah selalu diketahui oleh pelaku, sehingga aparat kerap mendapati lokasi penambangan dalam keadaan kosong.

“Ini kondisi habis razia, setiap kali razia polisi peti pada kabur,” ujarnya kepada kerincitime.co.id, Minggu (2/8/2026).

Dugaan Keterlibatan Aparat di Balik Maraknya PETI

Kekhawatiran warga tidak berhenti pada pencemaran lingkungan. Lebih jauh, mereka menduga adanya kebocoran informasi yang sistematis dari dalam institusi penegak hukum. Kecurigaan ini muncul lantaran peralatan penambangan selalu berhasil dipindahkan sebelum tim gabungan tiba di titik lokasi.

“Wajar jika masyarakat menduga adanya keterlibatan pihak aparat di balik peristiwa ini,” papar warga tersebut menanggapi situasi yang kian memanas.

Ancaman dan Kekerasan Menimpa Aparatur Desa

Situasi di lapangan kian genting setelah dua warga berinisial A dan H resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Keduanya diduga melakukan tindak pengancaman dan penganiayaan terhadap Ketua Badan Pemasyarakatan Desa (BPD) setempat pada Rabu dan Kamis, 15-16 Juli 2026 lalu.

Peristiwa ini dinilai sebagai buntut dari sikap tegas perangkat desa yang menolak aktivitas pertambangan ilegal di wilayahnya. Alih-alih mendapatkan perlindungan, oknum yang menolak justru harus berhadapan dengan intimidasi dari para pelaku PETI yang selama ini beroperasi.

Polres Tebo Klaim Sudah Turun ke Lokasi

Menanggapi persoalan ini, Kapolres Tebo AKBP Triyanto membenarkan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim ke lapangan. Namun, ia belum merinci secara spesifik kapan operasi penindakan terakhir dilakukan serta berapa banyak alat berat atau mesin dompeng yang berhasil diamankan.

“Tim Polres sudah turun ke lokasi untuk lakukan tindakan-tindakan kepolisian,” kata Triyanto, Minggu (2/8/2026).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari Polres Tebo mengenai perkembangan penyidikan kasus pengancaman terhadap Ketua BPD maupun upaya pemberantasan PETI di kawasan DAS Batanghari yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Tebo.

Follow www.jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kerincitime.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks