Jakarta - Helm menjadi perlengkapan wajib yang berfungsi melindungi kepala pengendara motor dari risiko cedera saat terjadi kecelakaan. Sayangnya, masih banyak pengendara yang memilih helm hanya berdasarkan tampilan tanpa memperhatikan aspek keselamatan yang jauh lebih penting.
1. Pastikan memiliki sertifikasi SNI atau DOT
Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau Department of Transportation (DOT) menjadi syarat wajib dalam memilih helm. Periksa apakah terdapat logo SNI atau DOT, biasanya tercantum di bagian belakang helm. Helm berlogo SNI/DOT sudah melewati uji kelayakan ketat dan lebih mampu melindungi kepala secara maksimal saat terjadi benturan keras.
2. Pilih ukuran yang pas dan nyaman
Helm yang baik adalah yang pas di kepala, tidak terlalu longgar maupun terlalu sempit. Helm kebesaran mudah bergeser saat digunakan, sementara helm yang terlalu kecil bisa menimbulkan tekanan berlebih hingga menghambat aliran darah di kepala, memicu pusing dan mual.
3. Perhatikan kualitas material
Helm berkualitas memiliki lapisan busa yang tebal dan padat, bukan tipis atau lembek. Perhatikan juga tali dagu yang kuat serta rivet yang kokoh. Material cangkang luar sebaiknya menggunakan bahan ABS atau polycarbonate yang tahan benturan.
4. Pilih visor yang tepat
Jenis visor sangat memengaruhi jarak pandang saat berkendara, baik siang maupun malam hari. Helm dengan visor ganda memberikan fleksibilitas lebih, karena bisa disesuaikan dengan kondisi pencahayaan yang berbeda-beda.
5. Perhatikan warna helm
Helm dengan warna mencolok seperti kuning, oranye, atau putih akan lebih mudah terlihat oleh pengendara lain di jalan, sehingga membantu meningkatkan keselamatan terutama saat berkendara di malam hari atau kondisi minim cahaya.
Selain kelima tips di atas, ganti helm secara berkala, idealnya setiap 3-5 tahun atau segera setelah mengalami benturan keras, meski secara kasat mata kondisinya masih terlihat baik. Material pelindung di dalam helm bisa mengalami penurunan kualitas seiring waktu maupun setelah menyerap benturan, sehingga kemampuannya melindungi kepala tidak lagi optimal seperti saat masih baru.
Rawat helm dengan baik agar tetap higienis dan nyaman digunakan, misalnya dengan mencuci busa bagian dalam secara berkala dan menyimpannya di tempat yang tidak lembap. Helm yang jarang dibersihkan berisiko menjadi sarang bakteri dan menimbulkan bau tidak sedap.
Jangan tergiur membeli helm murah tanpa sertifikasi resmi hanya demi menghemat biaya, karena helm berkualitas rendah tidak akan mampu melindungi kepala secara maksimal saat terjadi kecelakaan, yang justru berisiko fatal bagi keselamatan pengendara itu sendiri.