MUARA BULIAN — Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Batang Hari tahun ini tidak hanya menjadi seremoni rutin. Bupati Mhd. Fadhil Arief menyampaikan pesan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi fondasi bagi Indonesia untuk berperan aktif di panggung dunia, bukan sekadar menjaga kerukunan di dalam negeri.
Pancasila sebagai Jawaban atas Disrupsi Global
Dalam amanat yang dibacakan Bupati Fadhil, disebutkan bahwa di tengah turbulensi global—mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik—Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional. “Sesuai amanat UUD 1945, kita punya tanggung jawab konstitusional ikut menertibkan dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Pesan ini menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar alat pemersatu bangsa, melainkan juga fondasi bagi kontribusi Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia. Indonesia, dengan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnis, disebut sebagai contoh nyata persatuan dalam keberagaman yang bisa ditiru negara lain.
Refleksi Bukan Sekadar Seremoni Tahunan
Bupati Fadhil mengajak seluruh aparatur sipil negara dan Forkopimda yang hadir untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi. “Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” kata Bupati saat membacakan sambutan.
Ajakan itu dipertegas dengan seruan agar seluruh elemen bangsa menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia menjunjung tinggi religiusitas, semangat persatuan, dan nilai kemanusiaan. “Selama darah Indonesia masih mengalir, Pancasila akan hidup di setiap anak bangsa di republik yang kita cintai ini,” tegasnya.
Jajaran Forkopimda dan ASN Hadiri Upacara
Upacara yang digelar di Alun-Alun Muara Bulian itu dihadiri oleh jajaran Forkopimda Batang Hari. Tampak hadir Kapolres Batang Hari, perwakilan Dandim 0420/Sarkam, Kepala BNN, perwakilan Ketua PN Muara Bulian, Ketua Pengadilan Agama, anggota DPRD, Sekda, staf ahli, para asisten, serta kepala OPD dan pejabat eselon III hingga IV di lingkungan Pemkab Batang Hari.
Tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” dipilih untuk menegaskan bahwa nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah ancaman disintegrasi, tetapi juga menjadi jawaban atas upaya menciptakan perdamaian abadi di tingkat global.