JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris menilai pembentukan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) bukan sekadar soal mencari untung. Menurutnya, BUMA harus menjadi wadah pendidikan kewirausahaan bagi kader muda agar tidak lagi bergantung pada status honorer atau lowongan pekerjaan formal.
Al Haris: Kader Muda Jangan Hanya Jadi Pencari Kerja
Dalam sambutannya, Al Haris menegaskan bahwa generasi muda Jambi harus mulai melihat peluang usaha di sektor perdagangan, pertanian, hingga distribusi kebutuhan pokok. Ia menyebut Provinsi Jambi memiliki potensi ekonomi besar yang bisa dimanfaatkan kader Ansor.
"Saya bangga melihat GP Ansor sudah memiliki visi besar dalam membangun ekonomi umat. Ini bukan sekadar soal bisnis, tetapi bagaimana mendidik kader-kader muda menjadi wirausahawan yang berani menciptakan lapangan pekerjaan," ujar Al Haris.
BUMA Didorong Kerja Sama dengan Bulog dan Pesantren
Gubernur mendorong BUMA untuk menjalin kerja sama dengan Bulog dalam distribusi beras lokal Jambi. Ia juga mengarahkan pengurus untuk membangun kemitraan dengan pondok pesantren yang dinilai sebagai pasar potensial untuk produk sembako.
"Pondok pesantren membutuhkan beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Ini bisa menjadi ruang usaha yang menjanjikan bagi BUMA," katanya.
Al Haris menambahkan, kehadiran BUMA merupakan ikhtiar nyata mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap badan usaha ini menjadi amal jariyah yang manfaatnya dirasakan umat dalam jangka panjang.
Ketum PP GP Ansor: Bisnis Itu Action, Bukan Diskusi
Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharuddin menegaskan bahwa BUMA menjadi payung bagi seluruh aktivitas bisnis organisasi, baik berbentuk Perseroan Terbatas (PT), koperasi, maupun bentuk usaha lain sesuai kebutuhan daerah.
"BUMA harus menjadi wahana pengembangan ekonomi kader dan umat. Jangan sampai hanya menjadi seremonial. Yang terpenting adalah keberlanjutan dan manfaatnya bagi kesejahteraan kader," ujarnya.
Addin mengingatkan agar kader Ansor tidak terjebak dalam diskusi panjang tanpa tindakan nyata. Menurutnya, keberanian memulai menjadi faktor kunci dalam dunia usaha.
"Kalau bicara bisnis, jangan terlalu banyak diskusi. Yang penting action. Bisnis tidak dimulai dari kebingungan, tetapi dari keyakinan dan keberanian untuk melangkah," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas, kejujuran, dan kemampuan membangun jejaring untuk mengembangkan usaha organisasi secara profesional.
Unit Usaha Sudah Berjalan: Digital Printing hingga Logistik
Ketua PW GP Ansor Jambi H. Habibi melaporkan bahwa sejumlah unit usaha telah mulai beroperasi. Di antaranya usaha digital printing, penyediaan sembako, jasa angkutan logistik, dan persiapan toko kebutuhan pokok. Pihaknya juga tengah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra usaha.
"Kami ingin mengubah paradigma bahwa Ansor tidak hanya bergerak di bidang sosial dan keagamaan, tetapi juga mampu membangun kekuatan ekonomi kader secara profesional," ujar Habibi.
Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Provinsi Jambi, PP GP Ansor, serta para senior organisasi menjadi modal penting agar BUMA berkembang menjadi badan usaha yang kuat dan berkelanjutan. Peresmian ini diharapkan menjadi tonggak baru penguatan ekonomi kader Ansor di Provinsi Jambi sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda. (Adv)