Prosesi Pemakaman Wanita Obesitas di Karanganyar Gunakan Crane, Bobot Jenazah Capai 175 Kilogram

Penulis: Ahmad Syukri  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 16:49:01 WIB
Prosesi pemakaman wanita obesitas di Karanganyar menggunakan crane untuk mengangkat jenazah seberat 175 kilogram.

KARANGANYAR — Prosesi pemakaman seorang wanita di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Jungke berlangsung di luar kebiasaan. Petugas pemakaman dan keluarga memutuskan menggunakan crane setelah menyadari bobot jenazah yang mencapai 175 kilogram tidak mungkin diangkat manual oleh puluhan orang.

Jenazah diketahui merupakan warga setempat yang selama hidupnya mengalami obesitas berat. Kondisi ini membuat proses evakuasi dari rumah duka hingga ke lokasi pemakaman membutuhkan perencanaan khusus.

Awal Mola: Mengapa Crane Dipilih?

Keluarga sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan petugas pemakaman sehari sebelumnya. Mereka menyadari bahwa mengangkat peti jenazah dengan bobot total lebih dari 175 kilogram berisiko tinggi bagi keselamatan para pelayat.

“Kami sempat berdiskusi. Kalau dipaksakan pakai tenaga manusia, khawatir ada yang cedera. Akhirnya sepakat menyewa crane dari salah satu kontraktor bangunan di Karanganyar,” ujar seorang perwakilan keluarga yang enggan disebutkan namanya.

Proses: Menurunkan Jenazah ke Liang Lahat

Crane berukuran sedang diterjunkan ke lokasi TPU pada Selasa siang. Proses pengangkatan peti dari mobil jenazah ke area pemakaman berlangsung sekitar 30 menit. Operator crane harus ekstra hati-hati karena area pemakaman cukup sempit dan dikelilingi makam lain.

Setelah peti berada tepat di atas liang lahat, crane secara perlahan menurunkan peti sedalam sekitar dua meter. Petugas pemakaman kemudian membantu mengatur posisi peti agar tepat di dasar lubang.

Warga sekitar yang datang untuk mendoakan almarhumah mengaku baru pertama kali menyaksikan prosesi pemakaman menggunakan alat berat. “Biasanya gotong royong, tapi ini memang berbeda. Yang penting almarhumah bisa dimakamkan dengan layak,” kata Sarno, salah seorang tetangga.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Setelah peti berhasil masuk ke liang lahat, proses penimbunan kembali dilakukan secara manual oleh petugas pemakaman dan warga. Keluarga berencana memasang nisan dan batu makam dalam waktu dekat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pihak kelurahan untuk menyusun prosedur pemakaman khusus bagi warga dengan kondisi obesitas. Lurah Jungke menyebut akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top